100 Peserta Ikuti Seminar Perkawinan Adat Melayu

0
99

MEDAKONEWS.CO.ID, Tanjungpinang- Lembaga Adat Melayu Kota Tanjungpinang bekerja sama dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata adakan seminar Budaya Melayu tentang Perkawinan Adat Melayu yang diikuti oleh 100 peserta. Kegiatan dilaksanakan di Aula Bulang Linggi Dinas Perpustakaan Arsip Daerah,  Sabtu, 15 Februari 2020.

Wakil Wali Kota Tanjungpinang, Rahma yang membuka kegiatan mengatakan setiap masyarakat harus mempertahankan dan menjaga seni budaya Melayu agar tidak terkontaminasi budaya asing.

“Ini merupakan kekayaan daerah yang patut dijaga masyarakat Tanjungpinang dan sebagai pewaris adat-istiadat serta kebudayaan. Ini juga merupakan perekat bangsa yang sangat efektif untuk meredam berbagai konflik sosial dan dampak negatif globalisasi kedepannya,” katanya.

Melalui seminar ini pemahaman tentang adat istiadat perkawinan Melayu bisa pertahankan dan dilestarikan sebaik-baiknya, agar dapat memperkokoh budaya. Dan jadikan kegiatan ini sebagai wahana untuk menumbuh kembangkan identitas daerah.

Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Kota Tanjungpinang, Datok Wan Raffiwar menyampaikan kegiatan ini dilaksanakan untuk memberikan kekuatan untuk terus berupaya mempertahankan dan melestarikan adat istiadat dan budaya kita sebagai jati diri orang Melayu.

“Saya ucapkan terima kasih kepada wali kota dan wakil wali kota serta Dinas Kebudayaan dan Pariwisata atas kerjasama yang baik ini. Semoga seminar ini dapat berjalan dengan lancar, dan kepada para peserta dapat mengikuti seminar ini dengan baik, serta dapat memberi faedah, dan membangkitkan kembali pengetahuan kita dalam mewujudkan adat istiadat di Kota Tanjungpinang ini,” ujarnya.

Adapun Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tanjungpinang Surjadi menyampaikan bahwa kegiatan seminar budaya Melayu ini mengangkat tema melestarikan adat istiadat dan kebudayaan bukti jati diri bangsa.

“Tujuan seminar ini dilaksanakan untuk mewujudkan Kota Tanjungpinang menjadi Kota budaya dan wisata, dan memperkuat nilai-nilai karakter kepribadian dan jati diri masyarakat, serta untuk meningkatkan kelestarian nilai-nilai adat dan tradisi budaya Melayu di lingkungan masyarakat, khususnya tentang perkawinan adat Melayu yang ada di Kota Tanjungpinang,” kata Surjadi.

Adapun 100 peserta yang mengikuti seminar, terdiri dari pengurus LAM 24 orang, LAM Kecamatan 12 orang, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata 10 orang, Mak Andam atau Perias Pengantin 10 orang, Pemantun nikah 8 orang, Guru SD Pembina dan Inti sebanyak 20 orang, Guru SMP sebanyak 16 Orang.

Reporter: Lukman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here