Anggaran Publikasi Diskominfo Lingga Disoal, Ini Klarifikasi Firman

Firman, S.S.T., Kepala Bidang Informasi Komunikasi Pelayanan Publik, Diskominfo Kabupaten Lingga.

MEDAKONEWS.CO.ID, Lingga- Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kabupaten Lingga diberitakan tidak transparan mengelola anggaran publikasi. Masalah ini sampai ditangani kejaksaan.

Selasa, 10 Agustus 2021, Kepala Bidang Informasi Komunikasi Pelayanan Publik Diskominfo, Firman, pun memenuhi undangan kejaksaan untuk menyampaikan klarifikasi.

Firman yang juga Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Informasi Komunikasi Pelayanan Publik APBD Tahun Anggaran 2021 di Diskominfo ini menyampaikan bahwa di Kejaksaan Negeri Lingga dirinya diterima kepala seksi intelijen.

“Saya jelaskan bahwa anggaran (publikasi) yang tersedia sebesar Rp1,3 miliar,” katanya kepada sejumlah wartawan, Rabu, 11 Agustus 2021, di Daik, Lingga.

Anggaran Rp1,3 miliar itu, menurutnya, dialokasikan untuk pembayaran media siber atau online Rp824.000.000, media cetak Rp350.000.000 dan media elektronik televisi dan radio Rp120.000.000.

Firman mengaku heran karena pada berita ditulis duit Rp1,3 miliar tersebut habis dalam sekali pencairan.

“Itu tidak benar. Karena anggaran media cedia cetak dan media elektronik masih tersisa,” ujarnya.

Adapun alokasi anggaran untuk media online memang sudah habis. Dalam catatannya, total media siber yang bekerja sama dengan Diskominfo sebanyak 130 media. Kerja sama publikasinya sudah dibayar semua.

Mekanisme pencairan, Firman menjelaskan, ditransfer langsung ke rekening masing-masing kepala biro yang ditunjuk perusahaan media bersangkutan, dibuktikan dengan surat kuasa.

“Pengajuan kerja sama sudah sesuai aturan yang ada. Mekanisme pencairan juga sudah sesuai prosedur. Jadi, apanya yang tidak transparan,” ucap Firman.

Bahkan, menurutnya, media yang memberitakan masalah ini juga telah menerima duit pembayaran publikasi dari Diskominfo. Sesuai yang diorder tentunya. Nominalnya juga harus sesuai dengan kwitansi pada surat pertanggungjawaban atau SPJ.

Firman menyatakan bahwa memang ada beberapa kepala biro yang mengajukan tagihan yang nilainya tak wajar. Maka, Diskominfo tegas menolak.

Firman berharap wartawan di Lingga hendaknya ekstra hati-hati menulis berita. Apalagi menyangkut hal teknis yang wajib dikonfirmasikan terlebih dahulu kepada pejabat terkait.

“Agar tidak mengarah ke pencemaran nama baik atau fitnah. Akhirnya berbalik merugikan media itu sendiri,” katanya.

Wartawan di daerah ini juga diminta lebih profesional dan berintegritas dalam menjalankan tugas.

“Jangan sampai ada anggapan karena keinginan tak terpenuhi beritanya menyudutkan,” ucapnya.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Lingga, Izjumadilah membenarkan bahwa pihaknya telah melakukan pembayaran sesuai prosedur. Sistemnya non-tunai.

Reporter: J.Naim

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here