BKM Air Raja Kembali Terima Dana Bergulir Program KOTAKU

MEDAKONEWS.CO.ID,- Tanjungpinang- Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Kelurahan Air Raja kembali menerima dana bergulir sebesar Rp22 juta dari Progam KOTAKU (Kota Tanpa Kumuh).

Penyerahan berlangsung di kediaman Fitri, pengurus BKM, di Kilometer 12,  Tanjungpinang, Selasa, 7 Desember 2021.

Hadir dalam kesempatan ini Lurah Air Raja, Ibnu Roji dan jajaran.

Ia mengatakan Program KOTAKU digagas Direktorat Jederal Cipta Karya Kementerian PUPR. KOTAKU meliputi kegiatan tridaya, yaitu kegiatan lingkungan, ekonomi, dan sosial.

“Nah, salah satu kegiatan ekonomi adalah pinjaman dana bergulir yang sekarang diserah-terimakan ini,” kata Ibnu.

Ia bersyukur BKM di Kelurahan Air Raja tahun ini kembali mendapatkan dana pinjaman tersebut.

Kegiatan perguliran dana, Ibnu menuturkan, diharapkan dapat berjalan dan berkelanjutan. Karena kegiatan ini salah satu media pembelajaran bagi masyarakat. Dan pastinya dapat menciptakan peluang usaha dalam rangka meningkatkan pendapatan.

Ibnu menjelaskan, tingkat keberhasilan kegiatan ekonomi bergulir yang dikelola oleh Unit Pengelola keuangan (UPK) dipengaruhi oleh banyak aspek.

Salah satunya peran dan fungsi UPK sebagai motor penggerak dalam proses pengelolaan dana ekonomi bergulir. Serta, komitmen dan etos kerja yang tinggi dari personil UPK.

Pinjaman bergulir yang dikelola UPK BKM ini memang terbuka bagi seluruh masyarakat dan bertujuan sebagai pembelajaran. Meski demikian, pinjaman ini diprioritaskan bagi warga kurang mampu yang ada di kelurahan melalui kelompok swadaya masyarakat masing-masing.

Menurut Ibnu, mengingat besarnya minat masyarakat membentuk KSM (Kelompok Swadaya Masyarakat), Tim Faskel dan UPK secara bersama-sama melakukan serangkaian pertemuan FGD dan pendampingan bagi KSM tersebut. KSM yang akan mengajukan pinjaman harus memiliki proposal yang nantinya akan dinilai kelayakannya oleh UPK.

“Dengan demikian, diharapkan warga dapat belajar secara berkelompok dalam melakukan usaha pengembangan ekonomi rumah tangga, sehingga pinjaman yang diajukan juga harus dapat mereka tanggung bersama sebagai pinjaman modal tanggung renteng,” katanya.

Kesepakatan tanggung renteng ini kemudian ditetapkan dalam suatu kesepakatan yang tertuang dalam “akad kredit”, yang akan disetujui UPK dengan KSM yang mengajukan pinjaman.

Reporter: Danil

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here