Bupati Natuna: Proyek Embung Sebayar Selesai Tahun Ini

Bupati Natuna, Wan Siswandi.

MEDAKONEWS.CO.ID, Natuna – Bupati Natuna, Wan Siswandi memastikan pembangunan Embung Sebayar selesai tahun ini.

Embung diperkirakan mampu menampung air sebanyak 410.000 meter kubik. Cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga 50-an tahun mendatang.

Siswandi mengatakan, pembangunan Embung Sebayar merupakan buah dari desakan pihaknya kepada Badan Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) Kementerian Pekerjaan Umum. Badan tersebut sebelumnya menunda pembangunan. Bahkan, terancam gagal. Karena ketidakkepastian pemerintah daerah membebaskan tanah seluas 18 hektar untuk lahan resapan air embung.

Setelah Siswandi dilantik, ia meyakinkan BWSS bahwa pihaknya segera membebaskan lahan 18 hektar yang ada di sekitar embung. Maka, BWSS langsung melelang pekerjaan.

“Anggaran pembangunan embung sudah lama disiapkan BWSS. Sayang kalau tidak kita gunakan,” kata Siswandi, Senin, 9 Mei 2022, di kantornya.

Dijelaskan bahwa anggaran pembangunan sebesar Rp30,6 miliar. Di atas lahan 5 hektar mililk masyarakat yang dihibahkan ke pemerintah daerah.

Adapun pemerintah daerah membebaskan tanah seluas 18 hektar sekaligus untuk lahan resapan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Natuna, Agus Supardi menegaskan bahwa proyek kini sedang digarap. Masa pekerjaan 300 hari.

Pemerintahan daerah, menurutnya, juga tengah mengajukan Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah (DPPT) kepada gubernur. Untuk penetapan lokasi dan pelaksanaan pembebasan tanahnya.

“Dengan pengertian, apakah pembebasan tanah itu dilakukan pemerintah provinsi atau dilimpahkan kepada bupati,” ungkap Agus.

Pemerintah daerah, menurutnya, memang menaruh harapan besar terhadap suksesnya pembangunan embung itu. Agar dapat dimanfaatkan segera dan maksimal.

“Atas perintah Bapak Bupati, kami, dinas tekhnis, agar setelah embung selesai dibangun untuk sesegera mungkin dapat dimanfaatkan guna memenuhi kebutuhan masyarakat tanpa kenal musim,” tutur Agus.

Juga untuk meyakinkan para investor. Bahwa kebutuhan dasar di Natuna, seperti air dan listrik, cukup dan memadai.

Reporter: Dodi Antolius

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here