Ditandai Pemancangan Patok, Pembangunan Jembatan Babin Segera Dimulai

0
109

MEDAKONEWS.CO.ID, Batam- Pembangunan Jembatan Batam-Bintan (Babin) segera dimulai. Ditandai telah dilakukan pemancangan patok titik awal (landing point) secara simbolis. Lokasinya di Kabil, Batam. Jembatan Babin akan dibangun dengan titik yang meliputi Pulau Batam, Tanjung Sauh, Pulau Buau dan Pulau Bintan.

Pejabat sementara Gubernur Kepri, Bahtiar Baharudin bersama Wakapolda Kepri Brigjen Pol Darmawan, Danlantaman IV Laksamana Pertama TNI Indarto Budiarto, Kaskoggabwilham Kogabwilhan I Mayjend TNI Syafruddin, Pjs Wali Kota Batam Syamsul Bahrum dan Plh Kepala BP Batam Purwiyanto, BPN Kepri Askani melakukan pemancangan titik awal lokasi landing point ini Selasa, 1 Desember 2020.

“Kita hari ini ingin membuat sejarah yang belum terselesaikan selama ini. Hari ini kita menentukan yang didiskusikan dan belum selesai-selesai,” kata Bahtiar.

Peresmian dan penetapan titik, menurutnya, merupakan rencana pembangunan yang dimimpikan selama 20 tahun.

Sebelumnya, Pemprov KEpri bersama perwakilan Kementerian PUPR, Navigasi, Pemko, Pemprov, Polda dan TNI, sudah meninjau rencana titik Jembatan Babin ini.

“Sudah menggelar rapat dengan PUPR, yang sebelumnya tidak selesai-selesai, titiknya dari mana. Hasilnya, kita putuskan mulai. Kalau kebanyakan diskusi, tak jadi. Makanya saya minta mulai,” ujar Bahtiar.

Sudah diputuskan pula tinggi jembatan di Batam ke Tanjung Sauh, 20 meter. Surat keputusan sudah ditandatangani Bahtiar. Kemudian dari Tanjungsauh ke Pulau Buau tingginya 40 meter dari pasang tertinggi. Sehingga dipastikan tinggi jembatan bisa dilewati Kapal Dewa Ruci.

“Semua kapal bisa lewat. Ini penting, karena kita berhadapan langsung dengan Singapura dan Malaysia,” kata Dirjen Polpum Kemendagri itu.

Menurut Bahtiar, ke depan jembatan ini akan memberi dampak ekonomi besar bagi bangsa. Jembatan ini tak hanya menyambung pulau-pulau, tetapi juga menyambung kehidupan masyarakat.

“Kita ingin ketika disambung, kehidupan ekonomi masyarakatnya juga tersambung. Jadi apa yang berlaku di sini berlaku pulau sebelah. Kalau bisa kita lakukan, saya sudah menyiapkan surat terbaik untuk dilaporkan ke Bapak Presiden. Termasuk tim yang dibentuk melancarkan kegiatan ini,” katanya.

Bahtiar juga menyampaikan bahwa pembangunan jembatan Babin juga menjadi pilot project dalam penyelesaian masalah lahan. Pihaknya juga sudah membentuk Satgas untuk mengawal, mulai dari BPN, TNI, Navigasi, Polri, Pemprov dan instansi terkait lainnya.

Bahtiar berharap tim ini bisa mengawal proses pembangunan. Jangan sampai ke depan terjadi transaksi lahan di atas lahan.

“Jadi kalau ada transaksi, akan berurusan dengan Kapolda,” ujarnya.

Pembangunan jembatan Babin diperkirakan selesai dua atau tiga tahun.

Pada kesempatan itu, Bahtiar menyinggung nama. Jembatan Babin dinilai kurang pas. Alasannya, ada empat pulau yang dillewati.

Bahtiar sendir mengusulkan nama gelar pahlawan. Panglima perang, Dipertuan Muda Pertama Kelana Jaya Putra. Yang memindahkan kerajaan dari Johor.

“Tapi itu keputusan nanti di Presiden. Ada LAM dan tokoh-tokoh masyarakat. Raja-raja lain sudah banyak disebut. Yang Kelana Putra Jaya malah belum ada,” katanya.

Reporter: Lukman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here