Dua TPS di Surabaya dan Satu di Malang Pemungutan Suara Ulang

0
120

MEDAKONEWS.CO.ID, Jawa Timur- Komisi Pemilihan Umum Jawa Timur memutuskan melakukan pemungutan suara ulang (PSU) di dua tempat pemungutan suara (TPS). Pasalnya di dua TPS tersebut terjadi pelanggaran berdasarkan laporan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

Ketua KPU Jawa Timur, Choirul Anam mengatakan dua TPS yang diputuskan harus dilakukan PSU, yakni TPS 46 Kedurus, Kecamatan Karangpilang, Kota Surabaya. Dan, TPS 3 Desa Purwodadi, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang.

“Untuk TPS 3 Desa Purwodadi, PSU dilaksanakan 12 Desember 2020. Dan PSU di TPS 46 Kedurus dilaksanakan 13 Desember mendatang,” kata Kang Anam sapaan akrab Choirul Anam di kantornya, Jumat, 11 Desember 2020.

Menurutnya, prosentase pemungutan suara ulang maupun penghitungan suara ulang di TPS pada perhelatan Pilkada serentak 2020, tergolong sangat kecil jika dibandingkan jumlah total TPS yang mencapai 48.607 TPS tersebar di 19 kabupaten/kota yang menggelar Pilkada serentak.

Adapun keputusan PSU di dua TPS, menurut Anam, diambil setelah KPU setempat melakukan klarifikasi terhadap laporan dan rekomendasi dari Bawaslu setempat.

“Kasus di Kabupaten Malang dikarenakan da dua orang lebih yang tidak ada dalam DPT dan juga bukan pemilih ber KTP setempat yang menggunakan suara dilayani oleh KPPS. Sedangkan di Kota Surabaya karena KPPS memberikan penanda (nomor urut) pada surat suara sehingga tidak menjamin asas kerahasiaan pemilih,” ujarnya.

Dari proses klarifikasi yang dilakukan kPU Surabaya terhadap petugas KPPS dimaksud, penandaan dengan memberikan nomor urut pada surat suara bukan dimaksudkan untuk hal yang melanggar regulasi, melainkan untuk memudahkan dalam proses penghitungan surat suara saat pelaksanaan proses penghitungan.

Sementara untuk kasus pelanggaran di Kabupaten Malang, Anam melanjutkan, hasil klarifikasi KPPS menyatakan hanya ingin menfasilitasi pemilih yang datang ke TPS tanpa bermaksud melakukan pelanggaran.

Hal ini terjadi karena kekurangpahaman KPPS dalam memahami jenis-jenis pemilih, sehingga mengakibatkan lolosnya pemilih yang tidak memiliki hak untuk menggunakan hak pilihnya di TPS tersebut terlayani.

Anam menegaskan persoalan surat suara untuk PSU di 2 TPS itu tidak ada masalah. Mengingat, KPU sudah membuat surat suara cadangan untuk antisipasi adanya pemungutan suara ulang.

“Di setiap kabupaten kota sudah dicetak masing-masing 2000 lembar untuk kebutuhan kalau ada pemungutan suara ulang. Jadi secara logistik, secara personil, mungkin kita sudah siap, langsung kita laksanakan dalam waktu yang cepat,” kata mantan komisioner KPU Kota Surabaya ini.

Secara umum, Anam bersyukur lantaran pelaksanaan Pilkada di 19 kabupaten kota di Jawa Timur berjalan lancar dan tertib sesuai dengan protokol kesehatan.

Kendati demikian pihaknya tidak memungkiri ada beberapa tempat mengalami kendala karena hujan lebat, seperti di Situbondo.

“Alhamdulillah tidak ada insiden satupun yang kemudian sampai mengganggu pelaksanaan pemungutan suara Pilkada serentak 2020,” kata Anam.

Reporter: Abu Bakar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here