Gelombang Tinggi, Evakuasi 220 Orang WNI dari Kapal Pesiar World Dream Ditunda

0
801
Direktur Pelaksana BNPB RI, dr Rudian ketika memberikan keterangan pers terkait rencana evakuasi WNI dari Kapal Pesiar World Dream ke Natuna

Medakonews, Natuna – Rencana evakuasi Warga Negara Indonesia (WNI) yang bekerja sebagai kru kapal Pesiar World Dream, mengalami penundaan akibat cuaca tidak bersahabat gelombang tinggi disertai angin kencang diperairan Natuna.

Ada sebanyak 220 WNI yang bekerja sebagai kru kapal World Dream akan dievakuasi ke Natuna melalui KRI Banjar Masin untuk di observasi di Hanggar Lanud RSA Ranai.

Direktur Peralatan BNPB RI, dr. Rustian menyampaikan, rencana evakuasi WNI dari kapal pesiar World Dream akan dilakukan pada hari Minggu ini, namun karena cuaca tidak bersahabat dan gelombang tinggi proses evakuasi ditunda hingga cuaca mendukung.

“Rencananya besok Ahad 23 February 2020 akan dievakuasi dari World Dream, tapi karena gelombang sedang tinggi, maka proses evakuasi diundur sampai gelombang reda,”ungkap dr Rustian kepada sejumlah wartawan di Gedung Sri Srindit, Sabtu malam 22 Febuari 2020.

Dijelaskan dr Rustian proses evakuasi kali ini akan dilaksanakan boat to boat atau dari kapal ke kapal, menggunakan KRI Banjarmasin di perairan Natuna karena kapal pesiar World Dream sedang berada di wilayah perairan Natuna.

“Kapal pesiar World Dream saat ini sudah berada diperairan Natuna, cuma kita masih nunggu sampai gelombang aman dulu baru dievakuasi,”terangnya.

Lanjut dr Rustian, keseluruhan WNI yang berada di atas kapal pesiar World Dream itu merupakan kru kapal yang terdiri dari laki-laki dan perempuan. Mereka bekerja di sana untuk melayani rute pelayaran Asia. Jumlahnya ada 220 orang, namun tidak semua yang menyatakan bersedia turun dari kapal, karena alasan pekerjaan dan masih betah di kapal.

“Berdasarkan hasil koordinasi kita belakangan ini, tidak semua diantara mereka yang ikut turun dari kapal itu dengan alasan kerja dan alasan masih happy di sana, jadi untuk kepastian jumlahnya kita tunggu berapa orang yang turun ke KRI nanti,” terangnya.

Mengenai kesiapan BNPB dalam menghadapi observasi jilid 2 di Natuna dr. Rustian mengaku pihaknya sudah siap. Tenaga medis dan unsur SDM lainnya sudah disediakan. Demikian juga dengan sarana dan prasarana.

“Kita sudah siap, tadi pesawat hercules sudah siap ngangkut semua-semuanya. Lokasinya masih di Hanggar Barat Lanud RSA. Untuk 74 orang WNI dari jepang kita tunggu instruksi pemerintah pusat,” tutupnya.

Editor : Papi

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here