Hampir Sepekan, Kasus Kematian Akibat Covid Bertambah 18 Orang di Tanjungpinang

0
176
ILUSTRASI: Prosesi pemakaman pasien meninggal akibat Covid-19.

MEDAKONEWS.CO.ID, Tanjungpinang- Jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Tanjungpinang terus bertambah setiap harinya. Hingga Senin (5 Juli) terdapat penambahan sebanyak 146 kasus.

Adapun kasus kematian hingga hari yang sama bertambah tujuh orang. Secara kumulatif, kasus meninggal akibat Covid di kota ini menjadi 135 jiwa.

Kepala Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Umum Daerah Kota Tanjungpinang, Bakri mengatakan hampir sepekan (01-05 Juli) terjadi penambahan 18 kasus kematian akibat Covid.

Senin (5 Juli) lalu, menurutnya, ada penambahan empat kasus kematian. Satu pasien meninggal dunia di rawat di ruang isolasi. Dan, tiga orang meninggal setelah sebelumnya sempat dirawat di IGD.

“Jadi bukan hanya kasus positifnya yang naik. Kasus kematian juga meningkat,” kata Bakri, Selasa, 6 Juli 2021.

Dijelaskan bahwa mereka yang meninggal dunia menunjukkan kondisi parah. Rata-rata siturasi oksigennya di bawah 60 persen. Pasien yang masuk ke IGD juga tidak sempat dirawat lama, hanya ditangani sekitar 2-5 jam, kemudian berpulang.

Sedangkan pasien yang dirawat di ruang isolasi, rentang waktu meninggalnya sejak masuk ruang isolasi hingga menjalani perawatan, bervariasi.

“Kalau yang dirawat di ruang isolasi sekitar 3-7 hari. Bisa sampai 10 hari tergantung kondisinya. Kemudian masuk ke IGD 2-3 jam meninggal dunia,” ujar Bakri.

Ia mengimbau kepada pasien terkonfirmasi Covid yang sedang menjalani isolasi agar tetap semangat, tenang, dan happy. Terpenting ikuti arahan terapi dari dokter.

“Jangan lupa juga terus berdoa untuk kesembuhan,” ucap Bakri.

Kepala Bidang Pengandalian Penyakit Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Tanjungpinang, dr. Susi Fitriana menambahkan bahwa pada Senin (5 Juli) di RSUD Raja Ahmad Tabib juga terdapat tiga orang pasien terkonfirmasi Covid yang meninggal.

Sehingga, sampai Senin itu terjadi penambahan tujuh kasus kematian. “Rata-rata pasien sudah gagal nafas. Munculnya belakangan di saat radang paru sudah meluas,” kata dia.

Susi mengingatkan masyarakat yang mempunyai gejala demam, badan lemah, pegal, batuk, pilek, sakit perut, mual dan muntah–meski tidak semua gejala ini muncul bila sudah mulai sesak–, segera datangi fasilitas kesehatan terdekat.

“Demam biasa, bila dengan minum obat penurun panas tidak berkurang, badan lemah, dianjurkan segera ke puskesmas atau faskes lainnya,” kata Susi.

Reporter: Anabella Alsagaff

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here