HET Gas Melon di Tanjungpinang Rp18 Ribu

Kabid Perdagangan Disperdagin, Dewi Sinaga.

MEDAKONEWS.CO.ID, Tanjungpinang- Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Tanjungpinang memastikan aturan tata niaga gas elpiji 3 kilogram berjalan baik.

Kepala Bidang Perdagangan Disperdagin, Dewi Sinaga, mengatakan pihaknya secara berkala melakukan sidak lapangan memantau harga dan ketersediaan.

“Sidak juga menyasar warung-warung non-pangkalan yang masih menjual dan memasarkan gas subsidi ini,” kata Dewi di kantornya, Jumat, 03 Desember 2021.

Pangkalan dan pengecer gas melon tersebut diingatkan untuk tidak menjual di atas harga eceran tertinggi (HET): Rp18 ribu. Sesuai Peraturan Wali Kota (Perwako) Tanjungpinang Nomor 432 Tahun 2018.

Jika masyarakat mendapati pangkalan menjual di atas HET, ucap Dewi, dipersilakan melapor ke pihaknya.

Apalagi dalam beberapa kali sidak, tim Disperdagin mendapati masih banyak warung yang menjual gas melon di atas HET.

“Untuk itu kami terus edukasi dan imbau bahwa hanya pangkalan resmi berizin yang diperbolehkan menjual dan mendistribusikan ke konsumen akhir,” ujar Dewi.

Sesuai Perwako tadi, harga eceran tertinggi gas melon ini berlaku di seluruh wilayah Tanjungpinang, kecuali Pulau Penyengat.

“Pangkalan di sana (Penyengat) menjual Rp20 ribu. Karena biaya trasportasi laut,” tutur Dewi.

Reporter: Danil

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here