HMR: Covid-19 Jangan Dianggap Sepele, Tolong Ikuti Anjuran

0
106
Wali Kota Batam, H. Muhammad Rudi (HMR).

MEDAKONEWS.CO.ID, Batam- Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Kota Batam sudah bekerja keras menekan sebaran Covid-19, bahkan menyembuhkan pasien dan membantu ekonomi warga terdampak pandemi ini. Maka, mohon bantuannya.

Bantuan di sini dalam arti warga diminta melaksanakan anjuran ulama dan umara sebagaimana yang keputusan Walikota Batam di awal Ramadan lalu.

Di antaranya tidak dulu melakukan aktivitas yang melibatkan massa skala besar, misal nongkrong atau aktivitas di tempat ibadah.

Hal ini penting dilakukan agar peristiwa yang terjadi di Bengkong, Kelurahan Sadai, Kecamatan Bengkong, tak terulang.

Ceritanya, ada yang meninggal dunia pada Sabtu (2/5/2020) pukul 03,10 WIB dini hari. Ternyata hari Selasa (5/5/2020) setelah hasil tes keluar, baru diketahui bahwa yang bersangkutan positif Covid-19.

“Terkonfirmasi positif warga Bengkong inisial DD usia 57 tahun,” kata Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) H Muhammad Rudi (HMR), Selasa siang, 5 Mei 2020.

Masalahnya, sebelum masuk rumah sakit, pasien nomor 35 ini masih beraktivitas menyerahkan sembako dan melaksanakan salat tarawih berjamaah di Masjid “A-F” dekat rumahnya.

“Perlu kami sampaikan kepada seluruh masyarakat Kota Batam untuk tetap mengikuti anjuran pemerintah,” ujar Walikota Batam ini.

Anjuran tersebut lanjut HMR berupa menjaga jarak, senantiasa mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, tetap di rumah saja dan jika terpaksa harus ke luar rumah, gunakan masker.

“Selalulah menjaga kesehatan dengan makan makanan seimbang dan berolahraga secara teratur dan istirahat yang cukup,” anjur suami Hj Marlin Agustina (HMA) ini.

Dapat dijelaskan bahwa pasien ini pada hari Jumat (1/5/2020) masuk ke IGD RS Swasta di kawasan Batram Centre karena mengalami keluhan demam yang naik turun, batuk kering, lidah terasa pahit dan sesak nafas disertai nafsu makan yang berkurang.

“Pasien mengatakan sebelumnya pernah dirawat di salah satu rumah sakit di kawasan Lubuk Baja pada tanggal 28 April 2020 dengan keluhan yang sama dan dirawat selaku PDP setelah dilakukannya pemeriksaan RDT dengan kesimpulan nonreaktif,” ujarnya.

HMR melanjutkan, kondisi pasien saat itu terasa membaik kemudian pada tanggal 30 April 2020 ia pulang ke rumahnya atas permintaan sendiri untuk melakukan karantina mandiri.

Berdasarkan hasil anamnesa yang dilakukan di IGD di rumah sakit ini serta melihat kondisinya tersebut, selanjutnya dilakukan perawatan di ruang isolasi, dan dilakukan pemeriksan diagnostic rontgen thorak.

Hasilnya dinyatakan pneumonia, DD/kongestif pulmonum dan cardiomegaly setelah itu juga dilakukan pemeriksaan swab tenggorokan terhadap yang bersangkutan.

“Selama dalam perawatan tersebut, kondisi pasien semakin memburuk dan akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada hari Sabtu, 2 Mei 2020, pukul 03,10 WIB dini hari, kemudian dilakukan pemulasaran jenazahnya secara protokol Covid-19,” ujarnya.

Reporter: Umi Nur

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here