Hujan Turun Lagi, Modifikasi Cuaca Rupanya

0
134

MEDAKONEWS.CO.ID, Batam- Akhir 2019 lalu warga Batam sempat diresahkan krisis air akibat debit air di waduk menyusut. Salat istisqa pun dilakukan. Seiring mencari solusi lain, yakni melalui teknologi modifikasi cuaca (TMC).

Dua langkah inilah yang ditempuh Wali Kota Batam yang juga Kepala Badan Pengusahaan Batam H Muhammad Rudi (HMR) saat itu.

Nah, khusus TMC yang berupa hujan buatan baru terlaksana bulan ini. Itulah sebabnya sejak sepekan terakhir Batam dan Tanjungpinang selalu diguyur hujan.

“Kita pakai teknologi modifikasi cuaca supaya debit air waduk bertambah ketinggiannya,” kata penyabet penghargaan wali kota inovatif itu, di Mukakuning, Jumat, 19 Juni 2020.

HMR menjelaskan hujan buatan sudah berlangsung sejak 11 Juni lalu. Rencananya akan terus dilakukan selama sebulan, hingga 11 Juli mendatang.

BP Batam, sambung Asian Best Mayor tersebut, menargetkan penambahan ketinggian waduk 10 cm. Dan dalam sepekan pertama sejak diterapkannya TMC, air waduk sudah meningkat sekitar 9 cm.

“Target 10 cm itu minimalnya. Kalaupun nanti lewat 10 cm tetap akan dilanjutkan karena kontraknya sebulan,” ujar HMR.

Selain menerapkan TMC, pembersihan waduk dari eceng gondok juga rutin dilaksanakan. BP Batam bahkan sengaja membeli mesin khusus guna mengatasi tanaman air ini.

“Itu solusi jangka pendek untuk menjaga ketersediaan air baku kita. Diperkirakan bisa memperpanjang waktu 4-5 bulan,” ujar suami Hj Marlin Agustina (HMA) tersebut.

Adapun untuk jangka panjang,  dengan membuka waduk Tembesi ke Duriangkang.

“Solusi itu bisa tahan 4-5 bulan juga. Artinya sampai awal tahun sepan masih bisa. November kita mulai lelang untuk pengelolaan, sehingga nanti DAM kita ini dikelola profesional,” tuturnya.

Reporter: Umi Nur

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here