Ketua Komisi E DPRD Jatim: Waspadai Hepatitis Misterius

Ketua Komisi E DPRD Jatim, Wara Sundari Renny Pramana.

MEDAKONEWS.CO.ID, Surabaya- Masyarakat Jawa Timur atau Jatim diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap adanya hepatitis misterius.

“Setelah perkantoran buka dan aktivitas kembali normal, kami segera jadwalkan RDP (Rapat Dengar Pendapat) dengan dinas terkait untuk mencegah hepatitis misterius ini. Jangan sampai menjadi pandemi. Sangat miris sekali jika sampai terjadi karena yang diserang adalah anak-anak,” kata Ketua Komisi E DPRD Jatim, Wara Sundari Renny Pramana, Jumat (6/5/2022) di Surabaya.

Menurut Politisi PDI Perjuangan itu, jenis penyakit tersebut sudah dinyatakan WHO sebagai kejadian luar biasa. Tiga dugaan kasus, saat ini sedang ditangani di RSCM, Jakarta.

“Sudah ada 170 kasus di 12 negara dan bulan April 2022 ini, sehingga sudah saatnya harus diumumkan waspada untuk di Jatim. Jangan sampai kita lengah atas penyakit berbahaya ini,” jelasnya.

Politisi yang dikenal akrab dengan wartawan ini menambahkan bahwa pihaknya berharap kepada Pemprov Jatim dalam hal ini Dinas Kesehatan, untuk meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat.

Untuk diketahui, sebanyak 114 kasus suspek hepatitis misterius (sindrom jaundice) usia umum, bukan di bawah 16, ditemukan di 18 kabupaten/kota di Jawa Timur berdasarkan data Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) setempat yang diterima per 4 Mei 2022.

Sedangkan ciri dari hepatitis ini, gejala awal yang banyak terjadi yang harus diwaspadai pada anak, adalah keluhan gangguan pencernaan. Sebagian anak yang mengalami hepatitis misterius ini awalnya mengeluh diare, sakit perut, mual, dan muntah.

Gejala yang lebih berat seperti pembekuan darah dan juga penurunan kesadaran. Meski belum ditemukan penyebabnya, ada langkah pencegahan yang bisa dilakukan, karena virus ini diduga menular melalui saluran napas dan saluran cerna.

Untuk menjaga saluran nafas bisa dilakukan seperti protokol kesehatan pencegahan COVID-19, yakni dengan mencuci tangan dengan sabun, memakai masker, dan menjaga jarak.

Reporter: Abu Bakar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here