Kurangi Pengangguran, BLK Kabupaten Probolinggo Gelar Pelatihan Berbasis Kompetensi

0
149

MEDAKONEWS.CO.ID, Probolinggo- Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Latihan Kerja (BLK) Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Probolinggo kembali menyelenggarakan pelatihan berbasis kompetensi untuk lima kejuruan.

Kelima paket pelatihan kejuruan meliputi menjahit pakaian sesuai style I dengan durasi 260 jam pelajaran (33 hari), instalasi listrik 260 jam pelajaran (33 hari), computer operator assistant/basic office 260 jam pelajaran (33 hari), mekanik sepeda motor 340 jam pelajaran (43 hari) dan pengelasan SMAW 3G 340 jam pelajaran (43 hari).

Masing-masing kejuruan diikuti 16 peserta. Sehingga total untuk lima paket pelatihan mencapai 80 orang. Sementara jumlah pendaftar untuk semua kejuruan 336 orang.

Kegiatan dibuka Kepala Disnaker Kabupaten Probolinggo Doddy Nur Baskoro didampingi Kepala Bidang Pelatihan Kerja dan Produktivitas Sukartadi, Kepala UPT BLK Ali Imron beserta segenap instruktur, Rabu, 23 Juni 2021.

Berhubung pandemi, pembukaan untuk masing-masing kejuruan hanya diwakili 7 orang peserta dengan menerapkan protokol kesehatan.

Doddy mengatakan pelatihan bertujuan memberikan pengetahuan dan ketrampilan sesuai bidang kejuruan masing-masing dan meningkatkan ketrampilan masyarakat pada usia produktif yang tidak melanjutkan pendidikan.

Dengan ketrampilan yang dimiliki setelah mengikuti pelatihan, menurutnya, diharapkan menumbuhkan jiwa wirausaha mandiri para peserta. Dan, terwujudnya kualitas sumberdaya manusia yang trampil, kompeten dan produktif pada bidang masing-masing kejuruan.

Pelatihan yang bersumber dari dana APBN ini melatih masyarakat pada usia produktif, antara usia 18 sampai dengan 35 tahun.

“Program pelatihan mengacu pada kebutuhan kompetensi yang ada di pasar kerja, sehingga lulusannya dapat diserap di dunia usaha dan industri,” kata Doddy.

Dijelaskan, dengan pertumbuhan penduduk yang begitu tinggi, ditambah lulusan dari pendidikan formal kurang terampil, beretos kerja rendah, kurang profesional, tentu akan kesulitan masuk di pasar kerja. Praktis menambah angka pengangguran.

Untuk mengatasinya, UPT BLK Kabupaten Probolinggo berupaya memanfaatkan potensi yang ada untuk mengurangi pengangguran melalui program peningkatan tenaga keja dan produktivitas berupa pelatihan berbasis kompetensi tersebut.

“Agar peserta usia produktif bisa bersaing di dunia kerja yang diharapkan akan berdampak pada pengurangan angka pengangguran,” katanya.

Reporter: Abu Bakar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here