Masyarakat Diingatkan Pentingnya Dokumen Kendaraan dan Pajak

Kepala Unit Pelaksanaan Teknis Pengelolaan Pendapatan Daerah (UPT PPD) kabupaten Natuna, Alpiuzzamari.

MEDAKONEWS.CO.ID, Natuna – Masyarakat diingatkan pentingnya memiliki kendaraan berdokumen lengkap. Dan bayar pajak.

Itu sebabnya Unit Pelaksanaan Teknis Pengelolaan Pendapatan Daerah (UPT-PPD) Kabupaten Natuna terus melakukan sosialiasi.

Kepala UPT-PPD, Alpiuzzamari mengatakan Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan menyebutkan bahwa setiap kendaraan yang beroperasi di jalan raya wajib memiliki surat lengkap.

Peraturan serupa juga termaktub pada Pasal 3 Peraturan Pemerintah Nomor 80 Tahun 2012 Tentang Tata Cara Pemeriksaan Kendaraan Bermotor di Jalan dan Penindakan Pelanggaran Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Begitu pula dalam Undang-undang 22/2009 Pasal 288, dinyatakan bahwa hukuman bagi pengguna kendaraan yang belum melunasi pajak atau mengesahkan ulang STNK tiap tahun bisa dihukum maksimal dua bulan kurungan atau denda paling banyak Rp 500 ribu.

“Kelengkapan dokumen kendaraan juga bermanfaat bagi masyarakat sendiri,” kata Alpi—sapaan akrab Alpiuzzamari—, ketika ditemui media ini di ruang kerjanya, Kantor Samsat Natuna, Sabtu, 14 Mei 2022.

Dijelaskan bahwa UPT PPD Natuna terus melakukan sosialisasi guna menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kelengkapan dokumen kendaraan ini. Dan membayar pajak tepat waktu.

“Kita bersama Satlantas juga menyosialisasikan pentingnya saling toleransi dalam berlalu lintas. Karena toleransi dalam berkendaraan di Natuna masih sangat kurang,” ucapnya.

Alpi menuturkan bahwa UPT PDD sendiri fokus pada tiga kegiatan. Di antaranya penagihan, Samsat bergerak (Saber), dan razia.

Samsat bergerak dikhususkan untuk daerah yang memiliki rentang kendali jauh. Seperti Kecamatan Sedanau dan Batubi. Sistem kerja Samsat tersebut berkoordinasi dengan pihak kecamatan.

“Jadi sebelum kita melakukan pelayanan kita mendata dulu berapa jumlah kendaraan yang akan melakukan pembayaran dengan berkoordinasi tiap kecamatan. Ini kita lakukan untuk mempermudah masyarakat dalam membayar pajak kendaraan,” terangnya.

Tak lupa Alpi mengingatkan agar masyarakat selektif saat membeli kendaraan. Utamanya yang bekas atau secondhand. Pastikan dokumen kendaran sesuai dan lengkap. Demi keamanan dan kenyamanan masyarakat itu sendiri.

Dokumen juga perlu untuk mengklaim asuransi jasa raharja jika terjadi lakalantas.

“Meski kecelakaan tidak kita harap, tapi jika itu terjadi, kita tidak bisa mengklaim asuransi jika kendaraan tidak memiliki dokumen lengkap,” ujar Alpi.

Reporter: Dodi Antolius

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here