Masyarakat Kepri Segera Beraktivitas Normal lagi, dengan Versi Baru

0
211

MEDAKONEWS.CO.ID, Kepri- Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Kepri, H. Isdianto mengatakan aktivitas usaha, sekolah, kampus dan perkantoran segera dibuka dalam waktu dekat. Tapi seluruhnya harus memberlakukan protokol kesehatan yang ketat. Jika tidak, akan disanksi.

“Pengumuman akan segera kita lakukan,” kata Isdianto pada rapat pembahasan percepatan penanganan Covid-19 bersama Forum Pimpinan Daerah (Forkopinda) Provinsi Kepri, Rabu, 27 Mei 2020, di Batam.

Bentuk sanksi, menurut Plt Gubernur itu, akan diserahkan kepada wali kota dan bupati sesuai kebutuhan daerahnya masing-masing, dan diketahui gubernur.

Tujuan dibukanya seluruh aktivitas ini agar ekonomi masyarakat tidak lumpuh. Karena hingga kini pandemi Covid-19 tak jelas kapan berakhir.

“Jadi kita jalankan aktivitas normal lagi tapi dengan versi baru. Istilah WHO, new normal,” kata Isdianto.

Provinsi Kepri saat ini tengah menyiapkan skenario pelaksanaan new normal, dalam arti hidup berdampingan dengan Coronavirus. Dengan begitu aktivitas perekonomian di Kepri tetap berjalan.

Isdianto menegaskan penerapan protokol kesehatan yang ketat mutlak dipatuhi tanpa negosiasi. Pengukuran suhu tubuh, penggunaan masker, jaga jarak, cuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer di berbagai instansi akan jadi pemandangan lazim dalam waktu dekat.

“Pedagang di pasar, mall, rumah ibadah yang tidak mematuhi protokol covid akan disanksi. Seperti ditutup dan dilarang berjualan beberapa hari. Dan bentuk sanksi lain yang nanti akan disesuai dengan kondisi daerah masing-masing,” kata Isdianto.

Adapun sebagai upaya percepatan penanganan Coronavirus di Batam, ia melanjutkan, Pemerintah Provinsi Kepri segera membuka kantor dan pos gugus tugas. Tujuannya membantu Pemko Batam dalam percepatan penanganan Covid-19. Harus diingat, 54 persen penduduk Kepri berpusat di Batam. Juga sebagai antisipasi bila negara tetangga membuka lockdown. Dipastikan para pelancong dari negara tetangga tersebut menyerbu Batam.

Beberapa hari ke depan kantor gugus tugas di Batam ini beroperasi. Sebanyak 23 tenaga medis ditempatkan. Ditambah tenaga pengamanan dari Polda dan Korem. Juga beberapa tenaga penunjang lain.

Ketua DPRD Provinsi Kepri, Jumaga Nadeak mengaku sangat mendukung aturan new normal di Kepri ini. Bahkan, baginya, mencegah lebih penting daripada mengobati.

“Benteng percepatan Covid-19 itu adalah pencegahan. Dan saya sangat setuju ada sanksi dalam pelaksanaan protokol Covid,” katanya.

Wakapolda Kepri Kombes Pol Dharmawan juga sepakat. Bahkan sebagai aparat keamanan, menurutnya, tugas utama pihaknya adalah mengawal pelaksanaan aturan pemerintah.

Hadir pada rapat Sekda Kepri TS. Arif Fadilah, Danrem Kolonel Infanteri Harnoto, Danlantamal IV Tanjungpinang Yayan Sofian, Direktur Latihan Bakamla Laksamana Pertama Yehezkiel Katiandagho, Danlanud Kol. Pnb Andi Wuanarko, Kajati Kepri Sudarwidadi, Wali Kota Batam Muhammad Rudi, Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad, dan sejumlah kepala OPD terkait.

Reporter: Lukman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here