Panglima Koarmada I Berkunjung ke Natuna

0
119

Medakonews, Natuna – Meningkatnya situasi konflik yang terjadi antara China dan Amerika Serikat di Laut China Selatan yang berbatasan langsung dengan Laut Natuna Utara, Pemerintah Republik Indonesia mengambil sikap meningkatkan pengamanan perairan Indonesia tepatnya di Laut Natuna Utara dan perairan Natuna.

Hal ini terlihat dengan menempatkan 4 KRI dari jenis Fregat dan Korvet (kapal anti kapal selam) yang selalu silih berganti sandar di Dermaga Faslabuh TNI AL Selat Lampa dan Dermaga Posal Sabang Mawang, Kecamatan Pulau Tiga, Kabupaten Natuna, untuk melaksanakan Pembekalan Ulang (Bekul), baik Bahan Bakar Minyak maupun bahan makanan.

Panglima Komando Armada (Pangkoarmada I) Laksda TNI Ahmadi Heri Purwono, S. E., M. M., mengadakan kunjungan kerja beserta rombongan ke Mako Lanal Ranai, Kecamatan Bunguran Timur, Kabupaten Natuna meninjau langsung situasi terkini di Natuna.

Kedatangan Pangkoarmada I disambut Danguspurla Koarmada I Laksamana Pertama TNI Didong Rio Duta, S.T., M.A.P., M. Tr (Han) serta didampingi Komandan Lanal Ranai Kolonel Laut (P) Dofir, di Bandara Lanud RSA menggunakan pesud NC 212/U-6211 dalam rangka Ops. Patkor Indindo-35/20 BKO GKL-I, TMT 01 Juni 2020. Kamis (18/6/2020) petang.

Penyambutan itu juga dihadiri Bupati Natuna yang diwakili Wakil Bupati Natuna Dra. Hj. Ngesti Yuni Suprapti MA yang didampingi FKPD Kabupaten Natuna.

Setelah istirahat sejenak, Pangkoarmada I beserta rombongan langsung meninjau Faslabuh TNI AL Selat Lampa, Kecamatan Pulau Tiga, menuju KRI YOS – 353 dan KRI BON – 907 serta melakukan tatap muka kepada seluruh anggota untuk memberikan arahan dan semangat, setelah melakukan peninjauan, Pangkoarmada I kepada awak media dalam keterangan persnya saat kunjungan kerja ke Natuna, menyampaikan, sebagai negara yang wilayahnya yang berada di kawasan konflik, sudah sewajarnya pemerintah Indonesia mengambil langkah mengamankan wilayah perairan Natuna Utara.

Koarmada I sebagai komando kewilayahan yang mencakup laut Natuna Utara menghadirkan minimal 4 KRI jenis Fregat dan Korvet untuk mengantisipasi hal yang tidak dinginkan khususnya di laut Natuna Utara.

“Kita tempatkan 4 KRI, 2 jenis fregat dan 2 jenis korvet, adapun tugas mereka adalah melakukan penegakan kedaulatan hukum,masih banyak kapal – kapal asing yang masuk ke wilayah kedaulatan kita,” ujar Pangkoarmada I Laksda TNI Ahmad Heri Purwono, di Faslabuh Selat Lampa, Natuna,

Kondisi ketegangan di laut China Selatan saat ini meningkat, namun belum berdampak terhadap negara Indonesia. Untuk saat ini hanya mengantisipasi agar wilayah laut Natuna Utara tidak dimanfaatkan untuk kepentingan pihak yang berkepentingan di laut China selatan, pihak TNI AL khususnya Koarmada I ingin mendorong nelayan untuk hadir melakukan penangkapan ikan di Laut Natuna Utara agar tidak dimanfaatkan oleh KIA negara asing, karena saat ini belum terdapat Kapal Ikan Indonesia (KII) yang beroperasi di laut Natuna Utara dan KRI siap untuk mengamankan.

“Jangan takut untuk melakukan penangkapan ikan, kami dari TNI AL akan tetap mengawal kapal nelayan Indonesia saat mengkap ikan di laut,” Tutup Pangkoarmada I Laksda TNI Ahmad Heri Purwono.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here