Pantun Sekda Batam Akhiri Kenduri Seni Melayu 2019

0
206

MEDAKO.CO.ID, Batam– Kenduri Seni Melayu (KSM) 2019 resmi berakhir, pada Jumat malam, 13 Desember 2019. Tiga pantun dari Sekretaris Daerah Kota Batam, Jefridin menandakan berakhirnya perhelatan kebudayaan itu.

“Atas nama Pemerintah Kota Batam kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta yang telah ikut memeriahkan KSM ke-21 ini,” kata Jefridin.

Sebelum resmi ditutup, Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad terlebih dulu menyerahkan sertifikat kepada para peserta. Tamu-tamu VIP lainnya juga didaulat untuk memberikan piagam ucapan terima kasih tersebut kepada delegasi seni yang berasal dari dalam dan luar negeri.

KSM merupakan agenda kebudayaan yang rutin dilaksanakan setiap tahun sejak 1999. Tahun ini KSM berlangsung selama tiga hari, Rabu-Jumat (11-13 Desember) di Dataran Engku Putri Batam Centre. Berbagai penampilan seni menarik disuguhkan di panggung budaya ini. Mulai dari seni tari, musik, hingga puisi.

Sanggar-sanggar seni dan kelompok musik dari Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Selatan, Sumatra Barat, Riau, Kepulauan Riau, sampai Yogyakarta ikut mengisi rangkaian acara KSM. Sementara dari luar negeri, perwakilan Nanyang University Singapore menyuguhkan tarian dari Myanmar, Thailand, dan Rusia. Seniman dari Singapura, Malaysia, Brunei Darussalam, sampai Kazakhstan pun tak mau ketinggalan mempersembahkan kebolehannya di hadapan pengunjung.

Untuk menyemarakkan acara, pada malam pembukaan juga ditampilkan tari jogi massal yang melibatkan 1.000 pelajar sekolah dasar. Pelibatan anak-anak sekolah juga terlihat di hari ketiga. Yakni Jumat sore ketika siswa sekolah diajak bermain gasing bersama-sama di Dataran Engku Putri.

“Gasing ini termasuk dalam pokok pikiran kebudayaan daerah (PPKD), yang salah satunya adalah permainan tradisional. Karena itu kita tampilkan juga di KSM,” terang Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam, Ardiwinata.

Ini kali kedua Disbudpar menggelar permainan gasing secara massal. Ardi mengatakan tujuannya adalah untuk melestarikan permainan gasing agar tidak punah ditelan zaman.

Pihaknya bekerja sama dengan Dinas Pendidikan untuk menghadirkan pelajar tingkat sekolah dasar dan menengah pertama. Anak-anak sekolah ini sengaja diajak agar mereka mengenal permainan tradisional masyarakat melayu tersebut.

Berikut pantun penutupan yang dibacakan Sekda Batam, Jefridin:

Indah sungguh puisi dibaca

Maknanya padat bahasa seni

Terima kasih kepada semua peserta

Ikut dalam KSM tahun ini

Bijak sungguh jejaka merayu

Merayu putri putra mahkota

Terus lestarikan seni melayu

Menuju Indonesia maju sejahtera

Hendak sholat bentanglah sejadah

Sejadah dibentang tuan sugi

KSM berakhir sudah 

Tahun depan bersua lagi

Reporter: Umi Nur

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here