PLN Beri Keringanan Kekurangan Pembayaran Dicicil 9 Bulan, Setelah Didesak

0
88
Rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kota Batam membahas relaksasi pembayaran tagihan listrik.

MEDAKONEWS.CO.ID, Batam- Tagihan listrik masyarakat yang membengkak di bulan Juni dibawa ke rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, Selasa siang, 9 Juni 2020.

Di rapat ini, Wali Kota Batam H Muhammad Rudi (HMR) meminta dengan tegas kepada PT Bright PLN Batam yang diundang khusus di forum memberikan relaksasi atau keringanan masa pembayaran.

Misalnya, kumulatif selisih kekurangan bayar bulan sebelumnya tidak ditagihkan dalam satu bulan sekaligus. Melainkan diangsur selama 12 bulan.

“Jadi dibagi-bagi di bulan berikutnya. Sehingga masyarakat tidak berat membayar,” kata HMR.

Relaksasi perlu dilakukan untuk meringankan beban masyarakat. Karena selama Covid-19 menerjang Batam, ekonomi masyarakat melemah nyaris di semua sektor.

Namun permintaan Wali Kota yang mewakili keresahan warga ini tak bisa dipenuhi. PLN malah menawar: keringanan dicicil 4 bulan saja.

Tentu saja susana rapat jadi agak tegang. Pemerintah Kota Batam tetap mendesak 12 bulan. PLN bergeming. Mereka pun menyodorkan relaksasi selama 6 bulan. Sebagai jalan tengah.

Tidak diterima. Perundingan berlangsung alot, hingga akhirnya disepakati lama angsuran 9 bulan.

Sebelumnya, PLN tetap membantah bahwa pihaknya menaikkan tarif listrik. Kenaikan tagihan, menurut PLN,  dikarenakan sejak pandemi corona virus disease (Covid-19) pihaknya tidak menurunkan tim pencatat meteran listrik. Khususnya pada Maret dan April.

Itu sebabnya warga diminta mengirimkan pencatatan meteran mandiri via WhatsApp atau aplikasi khusus PLN. Ternyata sebagian besar warga tidak mengirimkan. Sehingga tagihan listrik pada bulan-bulan tersebut hanya berdasarkan rata-rata pemakaian bulan sebelumnya.

Maka, terjadilah kekurangan bayar dari tagihan sebenarnya. Dan kenaikan tagihan bulan-bulan selanjutnya disebabkan kumulatif kekurangan bayar tersebut.

Alasan lain, masih kata PLN, terjadi peningkatan penggunaan listrik selama kebijakan “di rumah saja.” Sehingga kWh yang tercatat di meteran meningkat di banding bulan-bulan sebelum terjadi pandemi.

Reporter: Umi Nur

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here