Studi Kelayakan Bandara Internasional Natuna Dimulai Tahun 2020

0
573

Medakonews.co.id, Natuna – Sebagai tahap awal, Pemerintah Provinsi Kepri akan melaksanakan Feasibility Study (FS) atau studi kelayakan rencana pembangunan Bandara Internosional di Natuna. Tahapan tersebut, akan mulai dilaksanakan oleh Pemprov Kepri pada tahun 2020 mendatang.

Anggota Komis III Bidang Infrastruktur DPRD Provinsi Kepri, Hadi Candra mengatakan, melalui APBD tahun 2020 Pemprov Kepri sudah menganggarkan kegiatan Feasibility Study (FS) atau studi kelayakan Bandara Internasional Natuna senilai Rp900 juta.

Kegiatan ini merupakan salah satu tahapan untuk pembangunan bandara Internasional di Natuna.

“Insa allah bandara Internasional Natuna sudah dimulai pada tahap perencanaan, kami kemarin bersama Pemprov Kepri berhasil memasukkan angggaran untuk FS – nya. Kegiatan ini akan dilaksanakan melalui APBD murni Provinsi Kepri tahun 2020,” kata Candra di Jalan Soekarno – Hatta Ranai, Rabu, 3 Desember 2019.

Dijelaskan wakil rakyat asal Midai itu, untuk pembangunan Bandara Internasional disebuah daerah merupakan bagian dari tugas Pemerintah Provinsi setempat. Sehingga Pemprov Kepri memiliki andil besar dalam pembangunan infrastruktur sekelas bandara.

“Dan syukurnya Pemprov sudah memulai tugas-tugas itu yang diawali dengan pembuatan studi kelayakan, kemudian pada tahun berikutnya disusul dengan DID dan Amdal,”jelasnya.

Sementara untuk penyediaan lahan, Hadi Chandra menambahkan bahwa itu, merupakan tugas daerah atau kabupaten sesuai dengan hasil studi kelayakan yang sudah dibuat oleh Pemprov Kepri.

“Kalau masalah lahan itu nanti tugasnya kabupaten. Petunjuk dasar penentuan lahanya nanti adalah hasil studi kelayakan, makanya tahun depan FS itu harus selesai, biar pemerintah kabupaten segera dapat memproses penyediaan lahannya,”terang Hadi Chandra.

Terkait semangat pembangunan bandara berkelas internasional itu, Candra mengaku apresiatif sekali dengan Pemerntah Kabupaten Natuna karena gairah menyambut rencana pembangunan tersebut telah ditonjolkan ke permukaan.

“Maka kami senang sekali kemarin dengan pak Bupati berbicara pembangunan Bandara Internasional Natuna. Berarti semangat daerah cukup tinggi untuk mewujudkan bandara itu. Kami apresiasi sekali dengan hal itu,” ungkapnya.

Menurut Candra, keberadaan Bandara Internasional Natuna itu bukan hanya keinginan masyarakat dan pemerintah Kabupaten Natuna serta Pemprov Kepri semata, tapi juga keingan dari Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo.

Dikatakannya, keberadaan bandara itu dinginkan oleh pemerintah pusat untuk mendukung program pengembangan sektor perikanan Natuna.

Awalnya Pak Presiden maunya Natuna ini jadi salah satu pusat perikanan nasional dan internasional, sehingga orang asing kalau perlu ikan mereka bisa datang sendiri membeli ikan ke Selat Lampa, tapi kan pembelinya gak mungkin naik kapal ke Natuna, pasti mau naik pesawat. Ini lah yang menjadi pertimbangan awal sehingga Menteri KP yang dulu bersurat ke Pemerintah Provinsi Kepri terkait rencana pembangunan Bandara itu,”tuturnya.

Candra juga meyakini keberadaan bandara itu akan memiliki daya dukung yang sangat kuat untuk mengembangkan sektor-sektor lain seperti sektor pariwisata dan industri Migas serta pertahanan di Natuna.

“Bahkan pak Presiden maunya ada penerbangan direct dari Natuna – Hongkong sehingga Natuna bisa jadi kawasan transit,”

Maka itu, Hadi Chandra berharap keseriusan Pemprov Kepri ini, dapat direspon dengan baik oleh Pemerintah Daerah, sehingga target penyelesaian pembanguan bandara itu bisa terwujud,” harapnya. (tim)

Editor : Papi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here