Tiga SMP di Sagulung Kekurangan Siswa

0
84

MEDAKONEWS.CO.ID, Batam– Tiga sekolah menengah pertama (SMP) negeri di Kecamatan Sagulung kekurangan siswa. Sementara delapan sekolah lainnya kelebihan.

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi mengatakan di Kecamatan Sagulung memiliki 11 sekolah tingkat SMP. Untuk Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ini, Kecamatan Sagulung secara keseluruhan memiliki daya tampung 2.592 siswa. Sementara pendaftar mencapai 2.992 siswa.

“Jadi, yang belum tertampung 422 siswa yang mau masuk SMP negeri,” katanya saat bertemu wali murid di SMP Negeri 9 Batam, Sagulung, Kamis, 9 Juli 2020.

Meski jumlah calon siswa SMP membludak, justru tiga sekolah tadi kekurangan siswa, yakni SMP Negeri 44 Batam yang memiliki daya tampung 360 siswa sementara pendaftar hanya 225 siswa. Kemudian SMP Negeri 59 Batam pendaftar hanya 79 siswa sementara daya tampung 144 siswa.

Lalu SMP Negeri 61 yang tercatat cuma ada 20 pendaftar. Padahal daya tampung sekolah ini 108 siswa.

Maka, untuk menjawab kerisauan wali murid yang khawatir anak mereka tak masuk sekolah negeri, wali murid diarahkan mendaftarkan anaknya ke sekolah yang sepi pendaftar.

Di samping itu, disepakati pula penambahan rombel dan menambah kelompok belajar.

“Sudah saya instruksikan ke Kadisdik (Kepala Dinas Pendidikan Batam, Hendri Arulan) dan Kepala Sekolah yang ada di Sagulung untuk mendudukan persoalan tersebut,” katanya.

Kepala Dinas Pendidikan Batam, Hendri Arulan mengatakan berdasarkan instruksi Wali Kota masing-masing sekolah akan menambah dua rombel.

“Dan jumlah kelompok belajar, dari 36 siswa menjadi 40 siswa,” katanya.

Jika ini diterapkan, untuk wilayah Sagulung dari semula 72 rombel menjadi 82 rombel. Kemudian, dari semula rencana daya tampung 2.592 siswa menjadi 3.280 siswa.

Tiap sekolah, kata Hendri, akan menambah rombel beragam dan paling banyak dua rombel.

“Yang SMP Negeri 61 (sekolah sepi pendaftar) dari dua rombel menjadi lima rombel dan daya tampungnya dari 108 menjadi 200 siswa,” ujarnya.

Langkah tersebut solusi karena banyak wali murid memaksakan anaknya bersekolah di negeri. Kebijakan Wali Kota ini pun mendapat antusias. Namun, masih ada warga yang mengeluh karena lokasi sekolah yang sepi peminat berlokasi jauh dari tempat mereka tinggal.

“Kami harus mengeluarkan ongkos lagi karena anak kami menuju ke sekolah jauh,” ujar Suratmi, salah seorang perwakilan wali murid.

Hal ini pun langsung direspons Wali Kota. Menurutnya, itulah satu-satunya solusi jika orang tua tetap ngotot menyekolahkan anak di sekolah negeri.

“Kalau dipaksakan di sekolah ini (SMP Negeri 9, pendaftar mencapai 528 siswa sementara daya tampung 360 siswa) tak bisa. Karena sudah sangat banyak. Jadi, apapun keputasan, yang pasti keinginan bapak ibu untuk menyelolahkan ke negeri sudah saya berikan,” kata dia.

Adapun 11 SMP Negeri yang ada di Sagulung yakni SMP 27, SMP 21, SMP 44, SMP 35, SMP 36, SMP 37, SMP 50, SMP 60, SMP 61, SMP 59, dan SMP 9. Dari 11 SMP yang ada, SMP Negeri 9 yang paling ramai pendaftar.

Reporter: Umi Nur

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here